Agung Podomoro Geram OJK Sebut Central Park Sarang Fintech Ilegal

PT.Agung Podomoro Land Tbk (APLN) nampaknya geram atas surat larangan yang dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kepada para perusahaan Fintech Peer to Peer Lending(FP2PL) berizin dan terdaftar untuk tidak berkantor di daerah – daerah tertentu, termasuk Central Park (Jakarta Barat) dan Pluit (Jakarta Utara).

“Kami menyanyangkan penyebutan nama Central Park dalam surat OJK, karena hal tersebut dapat berdampak sangat negatif pada reputasi APLN,” katanya, dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (10/1/2020).

PT.Agung Podomoro Land Tbk. (APLN) mengaskan bahwa Mall dan Apartemen Central Park bukan tempat kegiatan FP2PL ilegal. “Central Park” merupakan nama/merek untuk Mall dan Apartemen yang dikembangkan oleh APLN, berlokasi di kawasan Podomoro City, Jl.S.Parman Kav 28,
Jakarta Barat.

Ia mengaskan, sebagai perusahaan terbuka, APLN selalu menaati seluruh peraturan dan perundang – undangan yang beralku dan melakukan prinsip kehati – hatian, termasuk dalam memilih tenant- tenant yang melakukan kegiatan usaha di Central Park Mall.

“Prinsip kehati – hatian senantiasa menjadi prioritas kami dalam menjalankan kegiatan usaha. Pemilihan tenant di Mall Central Park yang juga sudah melalui mekanisme yang ketat tersebut,” pungkasnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s